Planning 22 tahun

yeaayyyy. Alhamdulilah usiaku tahun ini udah 22 tahun. catatan pertama yang mengisi word press sekaligus perdana untuk berbagi salah satu hal yang paling aku perhatiin dalam hidupku. PLANNING. rasa rasanya kalau hidup tanpa planning itu hambar. Ga ada tujuan ujung ujungnya gabut ga karu karuan wkwkwk. karena rencana hidup itu penting. Usia 22 tahun itu mungkin bagi beberapa orang menghabiskan waktunya diluar rumah, belajar banyak hal dan lain sebagainya dan termasuk mengatur segala keperluan yang harus dipikirkan untuk masa depan. nah akupun demikian hehe.

Well, umur 22 tahun menurutku sendiri sebagai usia semi dewasa dari sepanjang perjalanan hidupku. Aku gabisa mengukur kedewasaanku sendiri di usia ini tetapi planning yang telah kurangkai mungkin bisa jadi pertimbanganku untuk menilai seberapa dewasa aku sekarang dan seberapa jauh pemikiran matangku untuk mengambil langkah kedepannya.

  1.  Mengatur budget pengeluaran  secara teratur itu ternyata sangat penting

          Entah kenapa uang itu menjadi salah satu hal yang paling menakutkan ketika dikeluarkan di usiaku sekarang. lebih menakutkan lagi ketika kita udah mampu cari uang sendiri dengan uang pas pasan dan keinginan membeli barang ini itu pun tak terbendung. nah usia sekarang itu pula yang aku rasakan ketika pemasukan tak sebanding dengan keinginan membeli ini itu. harus bagaimana? menyadari kalau saat sekaranglah mengelola keuangan sendiri secara baik dan benar harus gentar dilakukan. yup, mengatur budget pengeluaran secara teratur. Jadi kalau misalnya habis belanja struk belanjaan gabakalan dibuang dulu setelah itu hitung sendiri berapa uang yang udah dihabisin dan selanjutnya dipikirin deh lain waktu kalau uang segitu terlalu banyak dikeluarin misalnya nyaris sejuta dalam sebulan. -.- “kan boros banget aku kan. terus habis uangnya dan akhirnya gapunya cadangan untuk bulan depan. cakiddhh” 😦

2. Investasi rumah kontrakan

nyengir sendiri kalau nulis rencana ini hihi tapi emang dari kemarin sih dipikirin. kalau suatu waktu punya uang banyak, bisa kali ya investasi rumah kontrakan mengingat rumah itu kebutuhan manusia yang sangat vital. dimana dimana tanah mahal belum lagi rumah kontrakan sekarang susah didapet kalau uang pas pasan. karena keuntungan yang diperoleh juga ga sedikit, ngedapetin tanah selebar lapangan bola juga bukan perkara mudah apalagi dikota kota besar seperti medan. tapi ga ada yang ga mungkin didunia ini kalau kita mau berusaha dan berdoa atas segala keinginan yang kita punya. Rejeki memang Allah yang atur tapi kalau ga didoain dari sekarang dan diusahain kapan lagi? 🙂

3. Giat nyiptain karya tulis sampai bosan

salah satu kegiatan yang susah untuk diajak move on itu nulis. entahla. semacam ada ganja antara aku dan laptop ini. kecanduan nulis apalagi diseduhin topik manis. apalagi ngalamin kemalangan cinta. ya Allah bahasanya  -.-. tapi memang ketika nulis semua tercurahkan, dari segala sisi kita bisa menceritakan kepada dunia. Lebih leluasa berimajinasi apalagi sampai menginspirasi. luar biasa bukan? itu sebabnya dari awal SMA sampai sekarang aku selalu berusaha dalam setahun ngasilkan karya yang wajib selesai dan sunnah untuk dipublish wkwwkkk. tergantung mood dan tingkat mager. kalau lagi rajin  bela belain ngirim ke email ke penerbit, mantengin berhari hari bahkan menahun hanya untuk dapet respon dari penerbit. tapi kalau lagi mager ya cukup nulis di kertas a4 sajaa.

but readers, you may believe or not aku dapet uang jajan sendiri dari tulisan sendiri hihi. that’s the point I love it so much. udah 22 tahun semakin banyak pengetahuan yang didapat, semakin banyak yang dipahami dan semakin mudahlah untuk dibagi didalam tulisan ini 🙂

4. Asah skill kewanitaan seperti memasak

gapinter masak awalnya bukan berarti gapinter selanjutnya kan? never give up for this deh. mulai dari yang kecil kecil dijabanin kyk goreng telur dadar, nyambel apa yang bisa disambel, nyayur dan tantangan lainnya. intinya masaklah apa yang bisa dimasak selagi halal. karena kepikiran ibuk pernah bilang setinggi tingginya pendidikan perempuan nanti, perempuan gabakalan lepas dari yang namanya dapur. itu salah satu motivasi. kepikiran juga kalau punya anak dan emaknya gabisa masak terus makan apa? nah…. that’s the point.

5. be a teacher is the next profession and wanna be a lecturer

kalau point ke lima ini memang udah ngikutin sesuai alur dengan yang dijalanin sekarang. Karena latar belakang pendidikan bakalan s.pd, jadi passion guru itu udah mantap digandrungi segera. kebiasa ngadapin anak murid dikelas jadi hal yang menyenangkan ketimbang harus ngelamar jadi wanita kantoran. meskipun gelar s.pd itu udah fleksibel tapi pemahamanku udah lurus sesuai cita cita. jadi mungkin inilah jawaban doa ibuk dan bapak untuk nyekolahin di LPTK medan yang udah berubah sekarang jadi unimed dan jadi cek gu yang bermanfaat untuk anak anak indonesia aamiin dan bicara soal jadi dosen, sempet ngiler sih karena lagi booming beasiswa program magister keluar negeri. but this is just as my alternative dream. Kalau waktu ga mendukung untuk s2 yaa jadi guru s1 sajaaa.

6. Travelling before married

Harus kenal dunia lebih jauh! best destination udah bolak balik searching google hanya cukup bersabar kumpul pundi pundi sampai mencukupi. Memang jodoh itu gatau kapan datangnya tapi yang jelas umur segini waktu yang tepat untuk mikirin membahagiakan diri sendiri tanpa batas. travelling? why not ^-^

7. Nikah di usia 26 tahun

aku sadar bener soal ini wkwkkk. setelah kemalangan cinta menerpa, rasanya masih horor harus ngulang cerita indah bahagia merasakan cinta apalagi menikah. memang sih aku gatau jodohku kapan datangnya tapi mengingat memulihkan hati juga ga segampang nyiram karbol kamar mandi trs langsung wangi. Aku cukup kesulitan ngadapin diriku sendiri kalau lagi sedih karena perasaan. ga sedikit temen temen bilang aku sering jadi korban perasaan dari kejamnya laki laki halaah -.-. tapi bukan berarti aku menilai semua laki laki kejam kok. justru pengalaman pahit yang telah kualami jadi renungan diri kalau semua butuh prosesnya masing masing. cinta ga pernah datang terlambat. ia menemukan yang pantas ditemukan dan menyatukan yang pantas disatukan.ciee baperr -.-“. atas kata kata mutiara itulah aku pun yakin kalau cinta itu datang tepat pada waktunya. matokin umur cuma dijadiin sebagai barometer untuk ngejalanin planning sebelumnya. Usia 26 tahun udah cukup dewasa mungkin dan cukuplah untuk pintar mengelola emosi karena aku pernah baca kalau usia diatas 25 tahun wanita lebih mudah mengatur kecerdasan emosinya secara seimbang. semoga demikian. kalau 26 berarti tersisa 4 tahun lagi. terus setelah 4 tahun ngapain? berumah tangga dong. merindukan pernikahan dari sekarang untuk masa depan ga ada salahnya untuk nambah keyakinan kalau semua bakalan indah pada waktunya.

semangatlah selalu wahai diri,

tak mengapa mulai terbiasa sendiri

mimpimu jauh lebih berarti

barengi ikhtiar dan muhasabah diri disepanjang hidupmu kini dan nanti

Insya Allah, Allah mudahkan segala jalan yang akan kamu lewati. Aamiin.

SELESAI

Medan, 13 Agustus 2016

Advertisements

2 Comments

  1. Mantap.
    lanjutkan mbk hobi menulisnya.
    bikin karya2 yg menginspirasi.
    nth knp kalau hsnah gk suka nulis.
    Sukanya cerita sndri aja. Tp dlam hati. Wkwkwkk
    oia. Btw traveling after married lebih seru tuhh mbk. Hihi
    klw masalah jodoh, ahh aku juga merindukan jodoh. Hihi
    tp yg psti, klw kita baik insyaallah jdoh kita juga baik.
    mngenai tulisan top markotop deh. Hehe
    mngenai keuangan, haaa ia bner mbk. Bru terasa skrg. Segan klau mau minta ke ortu.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s