Menulis itu apa?

Catatan ini terinspirasi ketika masuk kelas klub menulis kemarin. curcol dikit ,udah beberapa kali masuk klub nulis juga sih dan udah dua kali jadi mentor. whatt……… tapi serius, alhamdulilah kali kedua itu berhasil.hiyaaak, kok jadi judul lagunya raisa -.-. mentor disini beda sekali dengan tempat tempat bimbel apalagi kursus. mungkin lebih ke arah dipanggil kakak asuh, kakak tetua atau apalah. ya allah -.-” bukan mentor juga sih kurang setuju juga kalau ada yang manggil itu karena biasa di komunitas begituan semuanya sama sama belajar. hemm, akhirnya nemu kalimat yang tepat :D. ya kurang lebih begitulah adanya.

Dan dari kesekian pertemuan saya dengan teman teman calon penulis masa depan, sering sekali hal yang paling mendasar dibahas itu tentang: menulis itu apa? kenapa harus nulis? apa enaknya jadi penulis? duh, nulis itu kan susah, banyak sekali step nya, dan lain lain. atau sebagai contoh, pernah dapat komentar, “kok bisa ya, nulis cerpen itu uda kek aer, ngayalnya gitu loo. ga pegel kak? belum tentu keterima juga sama penerbit, capek capein diri aja tuh. Tapi dibalik itu semua komentar seperti itu udah biasa dan punya tips sendiri untuk menjawabnya terkhusus bagi orang orang yang belum tau seberapa besar manfaat nulis itu sendiri.

Menulis itu apa?

Pertanyaan ini sering sekali terlontar bagi teman teman yang mau belajar nulis. sama. saya juga gitu dulu. awal coba coba nulis yang berakhir jadi hobi saya. banyak sekali definisi nulis bertebar di google tergantung dari persepsi orang itu sendiri nanggepinya. jadi kalau ditanya menulis itu apa ya bagi saya menulis itu hobi. Hobi identik dengan kebiasaan yang kita sukai. karena seperti pepatah bahasa indonesia “alah bisa karena biasa” and I have proved that. karena segala sesuatu yang disuka dan dilakukan berulang ulang akan menjadi kebiasaan dan tentu kamu suka rela dong melakukannya dan akhirnya kamu bisa. Namun yang paling penting dari menulis, menulis apa? tujuannya apa? that is your taste.

Menulis itu juga punya aliran

Bukan hanya kepercayaan aja yang punya aliran. menulis itu juga punya aliran.  tapi disini bukan aliran sesat kok. Aliran disini maksudnya arah tulisanmu seperti apa. Nah setelah udah nulis berepisode episode nih ceritanya, kamu bisa tau sendiri arah tulisan kamu seperti apa. Itu bisa dilihat dari buku buku apa yang paling sering kamu baca. Kalau seringnya baca buku novel fantasi, kemungkinan aliran tulisan kamu juga fantasi. karena aliran nulis biasanya emang selalu berpengaruh dari buku buku yang kamu baca.

Menulis itu ladang amal

kalau yang ini setuju sekali. manfaat positif yang bisa didapat ketika menulis adalah ketika orang orang membaca tulisan kita dan mereka dapet inspirasi untuk itu. Atau bisa saja tulisan itu menjadi gertakan hati mereka untuk beraksi melakukan suatu kebaikan. Dalam hal ini tulisan kamu emang bener bener banyak memberikan pesan moral bahkan gagasan untuk perbaikan dari sebuah permasalahan. manfaat kebaikan yang kamu sebarin ke semua orang udah cukup untuk mupuk amal kebaikan kamu sampai akhirat. Insya allah kalau nulisnya ikhlas hehehe.

Menulis itu bisa jadi pengantar Rezeki

Yup. karena udah kebukti banyak sekali penulis penulis sekarang yang sukses dengan karya karyanya bahkan karya mereka diapresiasi melalui film. luar biasa kan? kalau bicara honor saya yakin tentu tak sedikit. dan mereka udah buktiin kalau karya itu tidak sia sia. Hanya bermodal niat usaha dan terbiasa. Coba bayangin kalau dalam setahun kita udah menghasilkan 20 karya dan 2 menang lomba atau 1 ter publish, tentu hadiahnya ga jauh jauh dari uang. karena dari pengalaman saya, menang lomba itu uang sakunya paling sedikit ratusan ribu dan paling banyak puluhan juta. kebayang dong kalau kamu sering ngirim naskah dan keterima dapet uang sakunya berapa dalam setahun.

Menulis itu suara hati

ketika kamu gabisa menyampaikan sesuatu secara lisan, komunikasi kedua adalah melalui tulisan. Kadang tidak semua yang kita inginkan mudah dikatakan secara lisan. percaya deh ketika kamu mengungkapkan yang ada di hatimu dari tulisan, itu akan terasa beda ketika dibaca secara lisan. ya, pengalaman. Lagi lagi soal pengalaman. Hal hal sederhana yang sering kita hadapi kadang tak selamanya orang orang mampu mengungkapkannya secara langsung. Ada yang lebih nyaman menyampaikannya dengan menulis hanya berharap suara itu tersampaikan secara ekspilisit maupun implisit. sebuah komunikasi yang berkesan dan mungkin akan menjadi kenangan untuk diingat. uhuk 😀

Menulis itu Panggilan jiwa

untuk point ini, kebanyakan yang mengalami mereka yang sangat mencintai tulisan. kalau dalam sehari ga buat tulisan rasanya mati rasa.bahasanya ya allah -.-.  Biasanya mereka selalu nyempetin waktu untuk nulis ditengah tengah kesibukan mereka. mungkin dari nulis status di media sosial atau di kertas a4. kalau nulis status di media sosial biasanya kita bisa nemuin tulisan mereka panjangnya merata wkwkwkk. bahkan ada yang ngira ini curhat apa buat cerpen di status bahkan terkesan merepet. lohh -__-.  But the point is, menulis itu bagian dari hidup mereka yang ga bisa lepas dari diri mereka. entah sekadar buat sajak yang mengandung pesan, inspirasi kehidupan hingga pengalaman pribadi.

Menulis itu  caramu melihat dunia

Persepsi tentang dunia emang ga ada habisnya. Dunia ini begitu luas sehingga banyak sekali yang bisa dijadikan pembahasan. salah satu untuk melihat dunia dari sisi sederhana adalah ketika kamu melihat apa yang ada disekitarmu dan kamu menuangkannya dalam bentuk ide hingga imajinasi. Tanpa harus berkelana keujung dunia, apa yang kamu lihat akan terasa begitu dekat ketika kamu mampu menuangkannya kedalam tulisan. contohnya ketika kamu melihat kegiatan 17an di lingkungan rumahmu kemudian kamu tulis lalu kamu publish. tentu paling tidak satu dua orang tahu apa yang terjadi di acara 17an atau ketika kamu disuruh guru untuk mendeskripsikan alam disekitarmu, tulisan kamu itu menunjukkan bagaimana kamu melihat dunia.

Menulis itu melatih mengendalikan emosimu dan mengasah critical thinkingmu

Pernah ga sih kita ngebaca tulisan  orang yang isinya kontra dengan sesuatu? atau tulisan yang mengandung curahan hati? atau apapun lah itu. sebenarnya tulisan itu tercipta tak lepas dari seseorang tersebut mencaba suatu permasalahan. yep, disitulah emosi bermain. menulis itu penuh dinamika emosi dan logika. ketika habis membaca suatu buku, tentu kita punya kesan tersendiri dengan buku tersebut. sama dengan penulis. mereka menuangkan apa yang mengganjal dari permasalahan tersebut melalui bahasa mereka masing masing. disinilah kecerdasan emosi berperan. kadang bisa sedih, marah, kecewa, tertarik hingga menghujat. apakah sebuah bacaan tersebut menginspirasi atau justru sebaliknya.

That’s all the point. point point diatas hanya dari persepsi saya yang sifatnya sementara. mungkin diluar sana penulis penulis lainnya juga punya persepsinya masing masing. Yang terpenting adalah bahwa menulis itu tak serumit yang dipikirkan namun tak semudah yang dibayangkan. semoga dengan point point tersebut, untuk kalian yang punya semangat menulis, menulislah hingga akhir  karena dunia terlalu luas bila hanya sekadar dikagumi.

Membacalah, maka kamu mampu mengenal dunia. Menulislah maka kamu mampu menggenggam dunia.

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s