Jangan seperti aku

untukmu,

Menghapus kenangan tak kan mampu kau lakukan. Ia akan datang pada jam dan waktu tertentu yang tak terpikirkan sebelumnya.

jangan seperti aku. dalam diam mengalami belenggu yang selalu menghantuiku

untukmu,

jangan seperti aku. sudah tahu dilukai, masih betah menyusun,.. mencari kepingan rasa yang sudah entah tak tentu lagi posisinya.

untukmu,

hidup kadang begitu kejam. tapi percayalah akan selalu ada kebaikan yang bisa kau syukuri. karena begitulah caraku menjajaki dunia yang penuh fatamorgana ini.

Hidup akan selalu tentang bagaimana. Bagaimana kau harus tahu diri, bagaimana kau harus merapikan perasaanmu sendiri, bagaimana kau harus bertahan meski cinta yang kau rasakan sangat mudah dilukai dan… bagaimana kau harus memendam semua dengan caramu sendiri.

Dalam hal ini, jangan sebut logika lagi di mataku. sebab aku menyaksikan logika telah membunuh perasaanku.

Jangan seperti aku, selalu menyembunyikan waktuku hanya untuk menyeka air mata dengan segala kepahitan yang harus kuterima.

Karena sekali lagi, hidup akan selalu tentang bagaimana. ya. bagaimana kau pergi melangkah dengan kepingan hati yang sudah tentu akan ada yang melukai lagi.

 

 

Iklan

4 Comments

  1. Hazzeeek..

    Untukmu,
    Sebuah pertemuan selalu punya akhir.
    Hanya saja, ada beberapa yang tak bisa dengan mudah kau lepaskan.
    Hanya saja, hati terlanjur ingin merasai lebih, padahal waktu telah habis.

    Untukmu,
    Terkadang berkubang dalam kenangan sangat menyesakkan.
    Namun, ntah mengapa, kau senang juga mengulangnya.
    Seperti mendengar sesuatu yang memuakkan.
    Seperti nyanyian tidur yang justru membuat mata menyala.

    Untukmu,
    Ketika kau jatuh dan hancur, percayalah kau tak sendiri.
    Banyak yang juga merasakannya.
    Hanya saja, setelah puas bermandi kenangan, mereka mengelap hingga kering.
    Hingga tak berbekas lagi.

    Untukmu,
    Sesungguhnya sesuatu punya masa.
    Nikmatilah masa ini, nanti ia juga pergi sendiri.
    Jika sudah jenuh, jika sudah puas. Ia akan pergi. Ahh, sudahlah, tak perlu begitu sedih. Setidaknya aku menyadarinya dan berusaha untuk terus membaca.

    Ntah hapa komenku wiik. Wkwkwk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s