#Bc2 Problema Krisis Kepercayaan

business handshake over blue background/apreton de manos sobre fondo azul

Holaaa. Ini tantangan kedua dari blogger’s challenges yang bertema krisis kepercayaan. Sekilas dari tema ngebayangin tulisan ini mungkin jadi alirannya ke ilmiah. Meanwhile aliran saya sebaliknya wkwkk. But no problem, tantangan tetaplah tantangan jadi mari kita selesaikan 😉

Back to the topic.

Krisis kepercayaan yang bakalan dicurahkan adalah krisis kepercayaan kepada seseorang. hm, kira kira kepercayaan yang gimana ya?

Actually kita sering memercayakan sesuatu kepada seseorang karena sudah dekat. Alasannya beragam. Boleh jadi karena selain kita sudah dekat, ada kenyamanan dan kepuasan terhadap sesuatu yang telah diupayakan orang tersebut kepada kita. Namun tak jarang pula kita sering menemui hal-hal diluar dugaan kita ketika kita memutuskan untuk percaya kepada orang tersebut. Contohnya Pengkhianatan dan berkhianat. Pengkhianatan dan berkhianat tentu menyakitkan bukan? that’s the problem. Ketika pengkhianatan terjadi tentu artinya sebuah kepercayaan telah dilanggar, dan bila terus menerus itu dilakukan bukannya tidak mungkin orang yang memberi kepercayaan langsung berbalik wajah alias tak percaya lagi. Nah disitulah krisis kepercayaan itu terjadi. Pada akhirnya orang orang yang memberikan kepercayaan jengah karena konflik tersebut terlalu sering dilakukan. Dari kondisi tersebut kita dapat membaca kemungkinan kemungkinan yang terjadi karena krisis kepercayaan seperti:

kepercayaan itu berujung komitmen yang langgeng atau justru luka yang begitu mendalam bagi yang memberi kepercayaan

Kerapkali di point ini orang orang yang memberikan kepercayaan diawal tentu saja menjadi penentu hubungan selanjutnya. Ini berlaku terhadap semua relationship yang ada, ga hanya relationship dengan kekasih atau suami. Di segala aspek termasuk hubungan rekan kerja, dengan atasan, dengan orang tua, dengan kerabat dan lain lain. Artinya di point ini orang yang memberikan kepercayaan sudah tentu harus siap menerima konsekuensi kemungkinan yang terjadi ketika ia memercayakan sesuatu kepada seseorang termasuk bila suatu waktu dikhianati.

Ketika kepercayaan hilang, orang yang memberikan kepercayaan terkesan cuek

Yep. Karena berkaca dari pengalaman pribadi, yang namanya dibohongin atau dikhianatin tentulah menyakitkan. Kenapa? karena point ini lebih mengarah ke perasaan seseorang. Tentu hal yang lumrah ketika kepercayaan kita dinodai kita tentu terluka. Dan itu tampak dari perlakuan orang yang dibohongi untuk melampiaskan kekecewaan tersebut dengan tidak peduli lagi. Dan itu FAKTA. #dikutipdaripengalamanpribadi

Ketika kepercayaan hilang, orang yang memberikan kepercayaan akan mengingat dengan baik dari sebuah pengkhianatan

Belum nemuin data terkait soal ini tapi berkaca dari pengalaman pribadi hingga kini bila ada sesuatu hal yang berkaitan dengan itu kita tentu mengingat apa yang pernah terjadi atau apa yang pernah kita alami. Manusia diberikan memori untuk menyimpan segala seuatu yang pernah terjadi di hidupnya termasuk pengkhianatan.

Ketika kepercayaan hilang, orang yang memberikan kepercayaan tak segan melontarkan perkataan kasar

Kalau kita menemukan suatu pertengkaran karena pengkhianatan itu wajar. Mengapa? karena pada dasarnya tipe manusia tentulah beragam termasuk didalam point ini. Sudah tidak menjadi rahasia lagi ketika seseorang terluka karena dibohongi, bukannya tidak mungkin ia membalas dengan perkataan kasar hanya untuk melampiaskan emosi kekesalannya dan biasanya itu dilakukan karena si pengkhianat sudah keterlaluan.

Ketika kepercayaan hilang, pengucilan di lingkungan si pengkhianat pun jelas terlihat

Dalam sisi ini, yang terjadi ketika kita mengecewakan seseorang atau orang banyak tentu ada perlakuan beberapa orang yang tampak nyata kita lihat adalah pengucilan. Karena merasa kecewa, tidak terima sehingga yang terjadi pengabaian di lingkungan sekitar. Belum punya data akurat mengenai seberapa besar pengaruh hilangnya kepercayaan tersebut tapi yang pasti bila kita memperhatikan seseorang yang dikucilkan dari lingkungan sekitarnya maka kemungkinan kemungkinan yang muncul ada dua; mungkin orang tersebut punya masalah dengan dirinya atau punya masalah dengan orang orang disekitarnya. Dan masalah dengan orang orang disekitarnya bukannya tidak mungkin itu terkait dengan kepercayaan orang lain terhadapnya.

Dari 5 kemungkinan yang telah dijabarkan, sebenarnya masih banyak lagi problema dari krisis kepercayaan yang sering kita temui di kehidupan sehari hari. Kendatipun demikian, kemungkinan itu tak serta merta langsung menjadi momok bagi orang yang terlanjur menghilangkan kepercayaan seseorang. Ada beberapa solusi yang bisa digunakan seperti meminta maaf, memberikan klarifikasi mengakui kesalahan hingga insyaf. Solusi lumrah yang sering kita dengar dari wejangan para motivator maupun orang tua namun kerapkali sulit dilakukan orang orang tertentu. Dan sekali lagi itu FAKTA. Karena kekhilafan tetaplah kekhilafan. Manusia tempatnya khilaf namun didalam kehidupan ada beberapa hal yang sulit dikembalikan atau mungkin bisa saja tak dapat kembali yakni kepercayaan seseorang.  Oleh sebab itu tak ada salahnya kita mengenal diri kita siapa dan menjaga hal tersebut agar memperkecil kemungkinan buruk yang menimpa kita. Karena memilih kehidupan yang baik adalah menciptakan kedamaian terhadap sesama dan tentu saja introspeksi diri harus selalu dilakukan.

Rangkaian tulisan diatas adalah opini semata. Bila ada kekurangan dan kesilapan kata dalam merangkai mohon dimaafkan.

Tantangan kedua SELESAI 🙂 #Blogger’sChallenges

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

6 Comments

  1. Hm. Aku mulai dari keripiknya dulu ya, mbak.
    Mbak selalu melupakan tanda penghubung (-) untuk semua kata ulang, kayak hal-hal.

    Sama, untuk kata ‘Point’, it is in English, then you should make it in Italic. Instead, mbak bisa pake bahasa Indonesianya aja. Poin.

    Overall, for, content, mbak baik kali mau ngasih kepercayaan lagi. Kalo kasusnya samaku, aku bakal maafkan tapi untuk kepercayaan mikir berkali2 dululah. Hehehe.

    Oya, aku udah ngerevisi tulisanku mbak.
    Happy 3rd challenge mbak…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s