#Bc3 Bukan untuk Dibaca: 5 Tahun Kemudian

ini adalah bagian skenario hidup bagaimana. Bagaimana engkau menjalani hidup dari apa yang disebut orang orang sebagai rencana.

Dear readers,

Tulisan ini sebelumnya saya luahkan kepada mas boy dan teman teman blogger’s challenges yang sudah mencetuskan dan mendukung topik yang berjudul rencana 5 tahun kedepan. Seputar topik, saya sempat bingung akan saya bawa kemana isi tulisan saya nanti. Dalam tulisan ini readers tak akan menemukan terminologi khusus seputar rencana apalagi data data. Yuk mareeee 🙂

5 tahun kemudian? ada apa ya?

……………………………………………………………………………………………………………………….

5 tahun kedepan akan berumur 27 tahun

Ini seputar rencana. Rencana yang merembet pada angan angan seseorang. 5 tahun ke depan bagi saya adalah ketika itu saya akan berumur 27 tahun bila dihitung dari umur saya yang sekarang. Lantas di usia 27 tahun itu ngapain? berikut cuap cuap saya.

  • Catatan 1 : Berumah tangga

Sebagai wanita biasa, saya tentu punya keinginan untuk berumah tangga. Punya anak, punya suami, dan punya kehidupan sendiri bersama keluarga baru pula. Namun sandungannya sekarang sama siapa 😀 tapi biarlah…. itu nanti…..dan semoga tidak ada yang menanyakan penulis “nanti”nya kapan di kolom komentar. Mungkin bukan hanya saya saja yang punya keinginan untuk berumah tangga dan tentu saja bila membahas rumah tangga akan berurusan dengan yang namanya JODOH. right? dan catatan saya ini belum mampu bercerita panjang mengenai jodoh. #artikelseputarjodohselengkapnyabisasearchingdi google.

  • Catatan 2: Jadi ibu guru dan ibu untuk anak sendiri

Kenapa jadi ibu guru? karena latar belakang pendidikan saya adalah calon alumni bidang pendidikan. Walaupun sarjananya sudah fleksibel saat ini, tapi bagi saya menerapkan ilmu selama belajar dikuliah kapan lagi kalau tidak pada saat setelah lulus sarjana. That’s my choice and my plannning. Ketika sudah jadi ibu guru, jadi ibu untuk anak sendiri juga jadi daftar rencana terbaik whehe. Dengan catatan kalau di usia segitu sudah menikah.

  • Catatan 3: Punya kursus les bahasa

Saya berharap saya dapat menerapkan ilmu yang telah saya dapatkan di bangku kuliah dengan sebaik-baiknya. Karena pada dasarnya pendidikan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka sebagai tenaga pendidik nantinya saya turut mendukung pemerintah demi mencerdaskan anak bangsa. Selain mengajar di sekolahan, alternatif demi membantu anak anak yang kesulitan mempelajari ilmu bahasa di sekolah juga dapat dilakukan dengan membuka kursus les bahasa. Mudah-mudahan rencana yang juga jadi niat akan menjadi kenyataan. Aamiin

  • Catatan 4: Punya rumah sendiri

Selain sembako, hal penting dalam hidup manusia adalah tempat tinggal. Karena itulah rumah jadi rencana terbaik yang udah terpikirkan dari sekarang. Setidaknya rumah yang dibangun juga tidak sia sia. Selain bermanfaat tapi juga nyaman untuk dihuni.

  • Catatan 5: Konsisten dengan hobi sekarang; menulis

Menulis sepanjang hayat. Maksudnya adalah setiap perjalanan hidup saya diisi dengan menulis. Walau jadi penulis adalah pekerjaan alternatif namun tak ada salahnya dari sekarang membangun keinginan kokoh untuk menjaga semangat menghasilkan karya lalu dibukukan.

  • Catatan 6: harapan besar dari pengalaman berkarya dengan tulisan adalah rumah baca yang menampung tulisan saya dan orang orang yang berbakat

Rencana sekaligus harapan. Catatan ke enam ini mungkin ada beberapa penulis yang juga punya keinginan yang sama dengan saya. Sempat dibingungkan bila suatu waktu karya tulis dari saya selain dibukukan diletakkan dimana dan bila ada yang berbakat menulis mengapa tak diberi semangat? ide saya mencuat untuk membesarkan harapan dan usaha agar rumah baca impian yang sudah mulai dirancang dapat terwujud. Dengan menampung tulisan saya dan mereka mungkin akan terlahir generasi penulis yang lebih cemerlang dari waktu ke waktu. Walau tak bermaksud menyaingi toko buku, tapi setidaknya rumah baca itu jadi wadah penampungan kedua setelah toko buku atau perpustakaan sekolah.

6 catatan yang telah saya tulis mewakili rencana rencana lainnya yang masih abstrak untuk disusun. Tulisan ini sepenuhnya adalah refleksi dari ruang pribadi termasuk dari catatan saya sebelumnya. Tentang rencana hidup yang direncanakan, tentang hidup yang selalu didoakan pula.

Medan dalam rintik rintik hujannya,

23.00 WIB.

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

9 Comments

  1. Mbak…
    Masih berulaaaang…
    – Kata ulang pake tanda hubung,
    – sama dengan mbak wawa, kapital
    – Ada tertulis “daftar list” yg menurutku mubazir trus “daftar”nya kok dicetak miring.

    Untuk keseluruhan well, tahulah sekrang apa poin2 pencapaian mbak hihihihi..

    Thanks udah menjawab tantangan dariku mbaaaak…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s