#Bc8 5 Alasan Mengapa Saya Suka Menulis

Blogger’s Challenges kembali lagi menyuguhkan topik ringan. Finally 😀 setelah kemarin membahas topik yang cukup WOW, kali ini topik  tersebut dicetuskan oleh mas Boy yang rela hati membagikan topiknya untuk dibahas berjamaah. Mari kita bedah yuhuu

 Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Pramoedya Ananta Toer, House of Glass

Yep, kutipan di atas sangat menginspirasi saya ketika saya ingin memilih melakukan sesuatu. Sebelum mengenal  serunya dunia tulis-menulis, saya senang membaca buku-buku sastra seperti kumpulan puisi. Entah kenapa buku-buku puisi tersebut seperti ada zat candu yang membuat saya ingin kembali membacanya dan tertegun dengan kata-kata indahnya dan ingin sekali seperti mereka yang mampu merangkai kata-kata puitis sehingga banyak menginpirasi masyarakat. Karya kumpulan puisi pertama yang saya baca adalah “Aku” karya Chairil Anwar dalam buku aku karya Sjuman Jaya. Tokoh pujangga baru di era nya sangat menginspirasi hingga melegenda saya fikir. Ditambah lagi, karyanya booming sejak film Ada Apa Dengan Cinta tahun 2002 menggunakan kumpulan puisi tersebut dalam salah satu adegan pemeran utama, si Cinta dengan si Rangga. Dikisahkan si Rangga sangat suka dengan puisinya Chairil Anwar tersebut.

Karena penasaran dengan isinya saya meminjam buku tersebut dengan teman saya pada waktu awal masuk SMA. Ketika itulah saya mulai menyukai dunia sastra hingga sekarang dan tentu saja sangat istimewa.

Bicara tentang menulis itu adalah istimewa. Menjadi kesenangan tersendiri pula bagi saya. Bagaimana tidak, salah satu hobi yang buat saya susah move on dari kenyataan selain hang out. Tulisan saya kali ini adalah 5 dari sekian alasan saya mengapa saya suka menulis.

Alasan 1 : Karena menulis itu salah satu cara saya untuk mengungkapkan sesuatu

Bukannya tak suka menyampaikan langsung, hanya saja saya lebih nyaman bila saya menyampaikan hal yang bersifat pribadi dari tulisan. Kadang ketika berbicara langsung, kesan yang saya sampaikan tidak ada sehingga tak jarang sering terjadi salah paham. Tetapi dengan saya menuliskannya, interpretasi yang orang dengarkan dengan yang orang baca tentu berbeda. Intrepretasi yang lebih indah dibandingkan berbicara langsung. Entah itu dalam keadaan sedih atau gembira. Saat jatuh cinta atau patah hati.

Alasan 2 : Karena menulis itu membuat saya menjadi pemberani

Menulis adalah sebuah keberanian
Pramoedya Ananta Toer

Saya membenarkan kutipan tersebut karena saya mengalaminya. Jujur, saya punya jiwa penakut dalam hal mengungkapkan sesuatu waktu duduk di bangku sekolah dasar. Tapi setelah saya mencoba menulis buku harian lalu mencoba menulis puisi, yang saya rasakan justru kalimat terpendam yang saya simpan ternyata menyenagkan bila dibaca ulang. Bahkan di awal kuliah, saya berani mengungkapkan isi hati saya lewat blog dan didorong dengan semangat membaca pula saya semakin berani mengungkapkan segala yang ada di fikiran saya ke media publik.

Alasan 3 : Karena saya cukup pelupa ketika dalam urusan ingat-mengingat

Mudah lupa. Gabisa dipungkiri saya memang benar-benar pelupa orangnya. Teman-teman saya ga jarang bilang saya cukup pelupa ketika meletakkan barang, lupa nama dan sebagainya. Karena sering dibilang gitu yauda punya inisiatif diem-diem kalau ada kenalan teman baru namanya dicatat haha. Sederhana aja sih karena diem-diem terbiasa gitu jadi kalau ketemu orangnya lagi langsung ingat namanya karena pernah ditulis hehe

Alasan 4: Karena menulis adalah pelampiasan dari sifat saya yang suka menghayal

Menghayal sesuatu yang menjadi impian saya sering kali membuat saya lupa kalau impian itu harus dikejar. Tetapi karena pelupa tadi, saya sering mengabaikan impian-impian saya begitu saja. Contohnya saya pernah punya impian keliling dunia. Wkwkkk namanya juga impian, mau bagaimanapun ga ada batasan untuk mengukur apakah impian itu layak atau tidak. Setiap orang pasti punya impian dalam hidupnya maka dari itu ketika saya menghayal akan impian saya, saya mulai menuliskannya satu per satu dan tentu diiringi doa mudah-mudahan jadi kenyataan hehe.

Alasan 5: Karena menulis adalah cara saya memahami kehidupan

Selain membaca, saya suka menulis karena saya tahu memahami kehidupan perlu diabadikan. Apalagi di usia yang sekarang, sedang hangat-hangatnya mencari dan mengumpulkan pengalaman agar ketika usia senja saya punya catatan tersendiri bagi kehidupan saya sewaktu muda. Memang kita tidak bisa menjamin apakah umur kita panjang atau sebaliknya, tetapi dengan saya menuliskan perjalanan hidup dan hikamh dari setiap kejadian yang saya lewati justru menjadi cerita menarik untuk diceritakan ulang apalagi dibagi. Mulai dari SD, saya kumpulin tuh cerita yang saya catat di buku harian, lanjut SMP terus SMA. Walaupun ga rutin nulis di buku harian, tapi dari puisi-puisi yang pernah saya tulis di buku harian lebih banyak dibandingkan curahan kata-kata secara langsung, dan puisi tersebut juga mewakili perasaan saya ya jadi sama saja. Sama-sama curahan hati hwehe

Selain itu, memahami pelajaran. Nah saya cukup menyadari saya tidak terlalu pintar dengan pelajaran yang ada di bangku kuliah sekarang. Namun bukan berarti tak ada yang saya pahami. Saya lebih senang menyimpan itu didalam catatan di laptop atau di binder. Suatu saat pasti berguna. Kalau buku hilang masih ada ringkasannya. Tentu saja menulis pelajaran juga bagian dari dunia sastra bukan? Seperti kata mas pram,

Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.
Pramoedya Ananta Toer

Udah 5 kan? Iya, cukup 5 aja. Saya memilih 5 karena 5 alasan tersebut punya kisahnya masing-masing. Sebenanrya kalau diingat-ingat lebih dari 5 sih tapi yang penting-penting aja lah dibagi. Selain dari 5 itu ngarahnya juga ke 5 alasan ini jadi sama aja hehe.

selesaaiiiiii.

Tantangan ke8 dari mas boy ringan terlaksana hehe. Thank you mas Boy. Semangat menulis buat kita semua 🙂

Advertisements

14 Comments

  1. Pertamaaax..

    Oke.. aku lihat tulisanmu kembali konsisten seperti #bc lainnya. Wkwkwk. Model artikel online itu, hasseek..

    Ada beberapa hal yang mau kutanya dan kukritisi.. wkwkwk.

    Pertama: ko emang suka ma opaku yaaa.. opa Toer? Toer itu penulis favoritkuuuuuuuuu.. aku padahal mau pake quotes2 dia juga kemarin, tp ga jadi.. hahaha..

    Kedua: tentang Chairil Anwar.. di tulisanmu ko bilang Rangga suka puisinya CA, mungkin itu benar.. tapii.. buku puisi AKU itu bukan bukunya Chairil Anwar tapi Sjuman Djaya (yang memang terinspirasi dari kisah hidup CA). KALO CA judul bukunya Aku Binatang Jalang. Jadi ntar edit ya wii.. tambahin aja Aku Sjuman Djaya yang ditulis berdasarkan kisah CA.

    Like

  2. Hmm…
    Ini poin2 dari aku mbak.

    1. Penggunaan kata ‘dengan’ dibagian minjam buku dari teman SMA. Kalo di Jambi kalimat itu lumrah dan berterima mbak. Tapi aku ngerasa agak janggal. Lebih baik pake ‘dari’. Mbak pertimbangkan ulang ya.

    2. Di bagian alasan 1, ada kata intrepretasi. Mistype mbak.

    3. Di bagian alasan 2, mistype untuk ‘menyenagkan’ mbak. Edit yaw.

    4. Di bagian 2 juga, ‘fikiran’ setelah kucek di KBBI Online nggak ada mbak. Yg ada ‘pikiran’.

    5. Poin alasan 4: kata pertama ‘menghayal’ lebih sedap kalo mbak buat jadi ‘menghayalkan’.

    6. Di alasan 4 juga, kata ‘bagaimanapun’ setauku dipisah mbak ‘bagaimana pun’

    7. Di alasan 5, ada mistype ‘hikamh’ yg mungkin mbak maksd ‘hikmah’.

    8. Dibagian penutup ada mistype ‘sebenanrya’.

    Itu aja mbaaak…
    8 poin untuk topik 8.
    Rata2 di penulisan ya mbak.

    Thanks mbak Wit udah menjalankan tantangan. 🙂
    Semangat.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s