#BC16 10 Tips Hidup Bahagia ala Mbak Dwita

Tulisan ini adalah bagian dari tantangan blogger’s challenges yang ke-16 yang diajukan oleh mas boy alias abang boy. huwowww udah masuk episode 16 aja nih blogger’s challenges. Kalau dilihat dan diperhatikan, tantangan blogger’s challenges akhir-akhir ini cukup menyenangkan hihi. Ya lumayanlah merefresh kepala yang sudah campur-campur dengan skripsi jadi bawaannya refreshing terus haha. Nah kali ini topiknya beraroma seputar bahagia. Haah? bahagia?Iya dong. Penulis juga bahagia kok. Tapi gausahlah dijelasin kenapa penulis bahagia yang jelas nantinya tulisan ini akan saya curahkan untuk readers yang mungkin sering bertanya-tanya, “Kapan gue bahagia? emak gue, babe gue, sista gue, temen-temen gue, mantan gue semuanya bahagia. Kenapa gue ngerasa itu belum berpihak ke gue Tuhan, kenapaahh????”-__-Hehe meskipun tulisan saya ini telat di post tapi ga ada kata terlambat kok untuk berbagi tips bahagia berikut ini

Catatan 1: Hidup Adalah Nikmat Allah Jadi Nikmati Apa yang Sudah Ada di Depan Mata

Saya menyadari bahwa hidup ini begitu berharga untuk dilewatkan. Meski terselip cerita duka lara dalam setiap episodenya, ada yang lebih Maha Tahu, yang lebih dulu mengatur segalanya sebelum saya dilahirkan. Tentang susah maupun senang, terkadang kita memilih suatu keputusan yang tidak jarang bersifat tergesa-gesa. Misalnya ketika kita dirundung masalah berat, kita lalu mengambil keputusan tanpa berpikir dampak jangka panjangnya bagaimana. Well, hidup memang tidak ada yang tahu tapi bukan berarti kamu juga mempersingkat hidupmu bukan? berdiri tegaklah dari sekarang karena nikmat Allah lebih luas dari samudera. Ga percaya? coba aja hitung sendiri sudah berapa lama kamu diberi napas dari lahir hingga sekarang. Bukankah itu kesempatan terbaik? terbayangkah olehmu bila napasmu terhenti semenit? dalam semenit jika kamu bernapas apa yang bisa kamu lakukan? Tentu ada. Renungkan dan nikmati hidupmu dalam arti yang tentu saja sewajarnya.

Catatan 2: Hidup sederhana jauh lebih bisa buat bahagia

Memilih berjalan kaki sehabis pulang bekerja atau pulang sekolah bisa kita lakukan meskipun kita mampu membawa kendaraan. Memakai pakaian seadanya tanpa harus membeli barang-barang mahal meskipun kita mampu untuk membelinya juga bagian dari contoh sikap kesederhanaan yang bisa kita lakukan. Ada hikmah dari setiap kesederhanaan yang kita ciptakan seperti ketika kita berjalan kaki sehabis pulang sekolah kita bisa menyapa orang lain dengan mudah lalu bisa pulang bareng sambil bercerita selama berjalan, atau ketika kita memilih memakai pakaian yang sudah ada karena sisa uangnya bisa ditabung untuk kehidupan masa mendatang. Yap, cara sederhana yang mungkin kita sering lupa kalau itu sangat menguntungkan untuk diri kita sendiri dan juga orang lain.

Catatan 3: Bahagia itu sederhana. Bermimpi setinggi-tingginya, berharap sekadarnya. Kendalikan diri.

Yep. Mengapa saya menaruh pernyataan bahwa bermimpi setinggi-tingginya tapi berharap sekadarnya? karena mimpi itu seperti bintang di langit. Semakin tinggi semakin indah. Tapi jika berharap apa jadinya? ketika tinggi itu sangat indah tapi jika itu pupus, habislah sudah. Artinya, berharap itu menyakitkan bila terlalu berlebihan. Ga percaya? coba deh sesekali kalian berharap pada seseorang agar ia mencintai kalian tapi pada akhirnya yang kalian dengar justru sebaliknya. Sakit? iya. Kenapa? karena terlalu berharap. Jadi kesimpulannya penggunaan kata “terlalu” ketika berharap tidak dianjurkan karena mungkin menyebabkan anda hipertensi dan serangan jantung mendadak bila tak terwujud.  Lalu kalau sudah begini selanjutnya bagaimana? Only you can solve it. Kendalikan diri untuk menaruh harapan sekadarnya saja sih saran dari penulis.

Catatan 4 : Bahagia itu sederhana; banyak-banyak berbagi terhadap sesama. Berbagi dalam hal kecil contohnya memberi sapa dan tersenyumlah.

Senyum itu bagian dari sedekah. Saya setuju sekali dengan pernyataan ini. Pernah ga sih kita ngerasa hidup kita sempit banget? masalah dimana-mana dan ga ada satu orang pun yang paham? Tapi pernahkah kamu berpikir bahwa mengeluarkan itu semua hanya tersenyum kepada semua orang kita ngerasa sedikit lebih baik? dari catatan pengalaman saya ketika saya ngerasa masalah dunia ngimpit banget salah satu cara yang pernah ditawarkan kepada saya adalah berbagi sesama atau berbagi dengan orang-orang yang kurang beruntung. Karena dengan begitu kita bisa melihat betapa beruntungnya kita dibandingkan dia. Sejauh yang saya rasakan saat itu adalah saya tak pernah benar-benar merasakan masalah itu terlalu dalam menimpa saya karena yang saya lihat ternyata banyak orang yang tidak seberuntung saya. Begitu pula dengan perihal menyapa ketika berada di tengah-tengah orang yang kita kenal. Gatau ada kekuatan magis apa disitu yang jelas yang saya rasakan dunia ini masih lebar dan itu menyenangkan apalagi bila dibalas senyuman dan sapaan kembali. Ada kondisi yang saya rasakan yang disebut dengan keharmonisan dalam bermasyarakat. Ya balik lagi ke senyum sapa ke semua orang; itu adalah bagian terkecil dari berbagi.

Catatan 5: Bahagia itu sederhana; mengerjakan sesuatu dengan seikhlas hati karena keikhlasan tak akan pernah sia-sia.

Catatan kelima saya terinspirasi dari pengalaman pribadi hehe. Lah kenapa pengalaman pribadi? Iya karena udah pernah ngalamin langsung dan dampaknya menenangkan. Jadi pernah suatu waktu saya berada dalam satu organisasi di kampus dengan segala kegiatan yang ada di dalamnya lalu saya aktif disana tanpa berpikir saat itu dapat bantuan keuangan. Sama sekali ga kepikiran karena awalnya ga ngerti berorganisasi sesungguhnya gimana. Tapi setelah dijalani, bisa dikatakan tak ada gaji karena itu murni kegiatan mahasiswa. Entah kenapa saya luwes aja sih ngejalani itu sampai pada akhirnya periode saya sudah habis ya tentu saya tak berkecimpung lagi disana. Sejumlah pengalaman yang pernah saya jalani juga berdampak pada kegiatan saya sehari-hari. Saya lebih banyak mengetahui apa yang saya tidak ketahui selain itu alhamdulilah selalu ada orang-orang baik yang menawarkan pekerjaan kepada saya walaupun hanya sekadar menggantikan mengajar. Ga  yakin sih apa itu dampak dari saya pernah berorganisasi tapi yang jelas saya percaya rejeki itu Allah beri mungkin sebagai bukti kalau segala sesuatu yang dilakuin dengan ikhlas ga akan sia-sia. Selalu ada orang baik yang memudahkan.

Catatan 6: Bahagia itu sederhana; mudah peka terhadap orang lain namun tak berarti terus-terusan mendengarkan orang lain. Kadang mereka bukan kamu dan kamu bukan mereka.

Kadang tidak selamanya kita hidup demi orang lain. Ada hal-hal tertentu yang patut kita pertimbangkan ketika kita menjalani kehidupan perlu adanya ketegasan untuk diri kita sendiri. Dan saya terlambat menyadarinya haha. Saya menyadari seperti ini setelah saya tahu bahwa semua yang orang lakukan kepada kita justru kadang dari ketidaktegasan kita terhadap diri kita sendiri. Merasa gampang gaenakan untuk menegur orang lain meskipun orang tersebut jelas salah di hadapan kita kadang menjadi dilematis sendiri dengan diri. Kadang kita perlu mendengarkan suara hati kita tentang kebahagiaan kita, tentang yang kita inginkan.

Catatan 7: Cinta manusia selalu sementara, cinta kepada Allah adalah selamanya. Mendekatlah kepadaNya

Point ini lebih ke masalah kepercayaan kepada Tuhan.Mirip dengan point ketiga. Kekecewaan dan luka hati semua berawal dari pengharapan. Pengharapan yang maknanya sementara tapi dianggap selamanya. Itulah manusia. Termasuk saya yang kadang menyadari itu semua setelah mengalami yang namanya kecewa. Sebelum terlambat, sebaiknya kita menentukan dan mengenali orang tersebut apakah benar-benar bisa dipercaya atau justru kita yang suka berlebihan. Ga banget deh  kalau terluka kesekian kalinya dengan masalah yang sama. Berharap “terlalu” dengan manusia, karena manusia bakalan ke liang lahat, ia meninggalkan raga orang-orang di dunia tapi cintanya Allah ga akan pernah hilang, selalu tulus hingga tak terdefinisikan

Catatan 8: Bahagia itu sederhana; ketika kamu menyadari betapa indahnya sifat memaafkan

Memaafkan adalah salah satu hal terberat bagi orang-orang tertentu tapi percayalah ketika kita benar-benar sudah melakukannya, kita cukup tenang menjalani kehidupan. Ga dibayang-bayangi permusuhan dan justru teman kita makin banyak. Memaafkan berarti melupakan, melepaskan sesuatu yang menyakitkan hati. Meski berat pada akhirnya orang yang memaafkan akan merasa hidupnya lebih baik dari sebelumnya. Saya sudah merasakannya sehingga demikian saya mudah menjabarkannya. Kalau kasusnya gausah disebut deh ntar buka aib pulak jadinya wkwkwkkk.

Catatan 9: Bahagia itu sederhana; ketika kamu memahami bahwa kejahatan yang dilakukan padamu justru memilih mendoakannya menjadi lebih baik

Iya. Mendoakan orang yang nyakitin kita itu berkah kalau kita doanya yang baik-baik buat dia. Doa itu seperti berpulang pada kita, bila kita mendoakan yang baik maka kita pun dapat yang baik. Begitu juga sebaliknya. Kejahatan tak perlu dibalas dengan kejahatan karena pada dasarnya dunia ini tentu berputar dan hukum alam pasti berlaku. Saya selalu meyakini itu. Jadi gaperlu pake balas dendam, doain aja semoga dapet hidayah atau kembali ke jalan yang benar. Gaperlu pake sumpah serapah si musuh toh selain buang-buang tenaga dosa mah yang dapet. Tapi lain halnya ketika kamu udah ngerasa disakitin dia banget, ya sah-sah aja ngelawan karena balik lagi ke pribadi masing-masing. Penulis disini hanya menyarankan ada hal baik selain daripada menguras tenaga untuk balas dendam. Hidup yang damai dan bahagia kadang hanya dengan begitu kok. 🙂

Catatan 10: Bahagia itu sederhana; karena dari semua point diatas kamu berusaha melakukannya dan orang-orang bahagia karena sikapmu.

Segala kebaikan yang udah kita lakukan pasti berdampak baik pula. Segala hal yang membahagiakan tentu lebih bisa menyenangkan orang lain. Semoga dan selalu. Kebaikan dan kebahagiaan beriringan tumbuh di hati kita yang selalu senanng melakukan kebaikan. Karena inti dari semua point yang saya jabarkan adalah kunci kebahagiaan itu terletak pada kebaikan yang telah kita lakukan. Entah itu dari diri sendiri ataupun orang lain.

SELESAI

Advertisements

8 Comments

  1. Ecieeeh.. udah siap tantangan yang ini..

    Aku kok ngerasa tertohok dengan kalimat, “Mantan gue udah bahagia.. gue kapaaan???? ” hiksss..

    Bagus wii tulisannya.

    Menurutku ntar perlu diedit soalnya ada yang miring satu poin, penjelasan poin lainnya tegak.. di poin ke sepuluh bold italic semua.. teknis sih..

    Aku baru inget memaafkan juga bs jadi tips bahagia. Good job

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s