Dari tipe si ENFP: Katanya Golonganku adalah orang-orang Ambivert

Dear readers, sebelumnya saya pernah membeberkan hasil tes saya soal 16 kepribadian. Tes yang biasa disebut dengan MBTI. Kalau yang udah baca mungkin sudah tahu hehe. Tapi dalam tulisan saya kali ini, saya hanya mengambil satu sisi saja. Ada satu keadaan yang sempet dijelaskan disana. Di dalam tes kepribadian, sangat lumrah yang namanya kepribadian si introvert dan si ekstrovert. Atau ketika ngikutin psikotes, ga ada tuh pilihannya ambivert. tetap antara dua, si ekstro dan si intro. nah dalam tes nya si Myers pun demikian, tetapi hal yang mengganjal dari penjelasan tes tersebut adalah golongan saya termasuk Ambivert. Kok bisa? yoklah kita bahas.

Sebelum ngebahas tipe saya, kok bisa nyimpulkan saya golongan itu?

Saya sempat iseng kemarin ikut-ikutan tes yang di share oleh salah satu teman saya. Bukan ga pengen jadi diri sendiri, tapi ngerasa sering bingung aja, kalau orang-orang banyakan beranggapan saya ini tipe orang-orang ekstro, suka rame dan heboh-heboh, tapi dilain sisi beberapa temen ketemu saya saat saya menyendiri, kemana-mana sendiri, suka duduk sendiri dan ga banyak omong suatu waktu. Atau lebih senang ngungkapin segala sesuatu dari tulisan layaknya si tipe intro dan suka nyembunyiin masalah sendirian. Pertanyaannya yang mana yang benar? ga terlalu mikirin saat itu karena ga terlalu penting untuk tahu. Tapi setelah berumur begini, baru nyadar tes seperti itu berguna. Nah, setelah pernyataan tersebut, saya mendapatkan jawabannya.

untuk mengetahui pembaca tipe yang mana, bisa mengikuti tes ini: http://www.proprofs.com/quiz-school/story.php?title=introvert-extrovert-atau-ambivert_2VT

Trus, ambivert itu apa?

Jadi, setelah searching mbah google, ada beberapa artikel yang membahas soal tipe ambivert. Salah satu diantaranya dari situs website nationalgeographic.co.id berikut.

1. Populasi orang ambivert di dunia ternyata lumayan banyak, sekitar 38%. Namun mereka pada umumnya tidak menyadari jika memiliki kepribadian ini

2. Ambivert berbagi sifat dengan introvert dan ekstrovert. Mereka yang ambivert umumnya memiliki kemampuan bersosialiasi yang baik dan juga terkadang butuh waktu untuk sendiri.

3. Ambivert memiliki kepribadian yang fleksibel. Mereka bisa bolak balik dari kepribadian introvert ke ekstrovert.

4. Ambivert adalah pedagang yang hebat. Sebuah studi di Wharton School menemukan orang-orang yang memiliki kepribadian ini mampu melakukan penjualan terbaik dan membawa uang paling banyak

5. Ambivert biasanya tak yakin dengan kepribadian mereka. Hal ini yang membuat para ambivert terkadang merasa terjebak, tidak tahu kapan harus bertindak atau mencoba sesuatu yang berbeda.

6. Merasa nyaman di mana saja adalah salah satu tanda seorang ambivert. Biasanya, seorang introvert cenderung lebih senang berada di lingkungan yang tenang, sementara ekstovert lebih senang dengan suasana yang ramai dan menyenangkan. Ambivert akan alami keduanya, namun dengan waktu-waktu tertentu

7. Intuisi adalah bagian dari seorang ambivert. Tidak seperti ekstrovert yang kadang-kadang sulit untuk berhenti berbicara, ambivert secara naluriah tahu kapan harus mendengarkan atau diam

8. Mereka yang ambivert akan memiliki “emosional bilingual”. Mereka pandai membaca emosi orang lain

9. Ambivert biasanya akan bertindak unik di media sosial. Studi menemukan jika mereka yang ambivert akan lebih terbuka dalam pertemanan namun lebih tahu batas-batasan untuk kapan berbicara atau diam

10. Mereka yang ambivert dikatakan sebagai orang tua yang baik, karena mareka pintar dalam memberi dan juga menerima.

Itu pendapatnya si empunya artikel. Lalu sisi dari saya?

Saya membenarkan kalau intuisi sering saya gunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Kebanyakan orang menilai saya suka suudzon alias berprasangka buruk tapi sejujurnya saya sendiri pun kadang bingung menjelaskan hal seperti itu bisa muncul dari mana.Mungkin orang-orang menilai saya adalah orang yang terlalu cepat memvonis tapi tidak selamanya demikian. Sebab itu ketika ada suatu hal yang tak bisa saya jelaskan saya lebih milih diem dan pura-pura aja ga ada apapun yang terbersit tentang orang tersebut. Pernah satu waktu saya berbicara dengan teman saya dan saya mendengarkan apa yang ia jelaskan pada saya. Entah kenapa saya ragu untuk tetap mendengarkannya sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk mengalihkan pembicaraaan. Padahal mah dulu gatau ada cara mendeteksi kebohongan seseorang. Trus yang kedua, ketika saya melihat semua orang berbicara dalam sebuah forum, ya saya lebih milih diam dan pergi. Alasannya juga saya gatau ngejelasinnya gimana tapi yang pasti yang saya fikirkan saat itu kalau saya ikutan ngomong bakal lebih parah keadaannya.

Saya tidak terlalu yakin dengan emosional bilingual tetapi yang sering saya alami adalah menilai orang yang benar-benar sedih atau sebaliknya dari tatapan matanya.

Kali ini saya gabisa menjelaskan banyak. Tapi hal-hal yang saya rasakan seperti itu memang sulit dijelaskan secara detail.

Semua ciri-ciri diatas belum sepenuhnya saya yakini telah mengalaminya. Tapi jika demikian ciri-cirinya, itu akan jadi pertimbangan saya bila menimbulkan dampak buruk yang mungkin terjadi.

Back to the topic, tipe si Myers yang mana?

Jadi, setelah dibaca lebih lanjut tipe enfp itu ternyata…

Orang ENFP merupakan orang yang hangat, antusias, dan tipikal sangat cerah dan penuh dengan potensi. Mereka hidup di dunia yang penuh dengan kemungkinan dan dapat menjadi sangat tergerak dan tertarik pada suatu hal. Antusiasme yang mereka miliki membuat mereka memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan memotivasi orang lain, melebihi tipe kepribadian lainnya. Mereka mencitai kehidupan, melihatnya sebagai sebuah anugrah yang spesial dan berjuang untuk menjalaninya.

Orang dengan kepribadian ENFP juga memiliki kemampuan dan talenta dalam bidang yang luas. Mereka bagus dalam banyak hal yang membuat mereka tertarik. Project-oriented, mereka akan melalui beberapa karir yang berbeda dalam hidup mereka. Jika dilihat dari luar mereka tampak tanpa arah dan tanpa tujuan yang jelas, namun orang ENFP sesungguhnya cukup konsisten. Mereka memiliki perasaan yang kuat terhadap nilai kehidupan yang mereka jalani. Semua hal yang mereka lakukan harus sejalan dengan nilai kehidupan yang mereka yakini. Seorang ENFP perlu merasakan bahwa mereka hidup sebagai diri mereka sendiri, berjalan pada apa yang mereka percaya sebagai kebenaran. Mereka melihat arti dari semua hal dan terus menjalaninya untuk mencapai kedamaian jiwa.

Tidak seperti kepribadian Extraversion lainnya, mereka membutuhkan waktu untuk sendirian untuk merenungkan bahwa apa yang mereka jalani sesuai dengan nilai mereka. Namun mereka juga benar-benar hangat dan tertarik pada orang-orang. Mereka menempatkan hubungan dengan orang lain adalah yang cukup penting.

Seorang ENFP kadang membuat penghakiman yang keliru. Mereka memang memiliki kemampuan intuisi yang baik untuk melihat kebenaran tentang seseorang atau situasi, tapi jika mereka membuat penghakiman tersebut pada persepsi mereka maka mereka mungkin akan mendapatkan kesimpulan yang salah. Memiliki orang tua yang berkepribadian ENFP akan penuh pengalaman, tapi akan menjadi masalah jika anak mereka cenderung kuat di Sensing dan Judging. Mereka akan melihat orang tua mereka tidak konsisten dan sulit untuk dimengerti. (dilansir dari pribadinesia.com)

Jadi, dari kesimpulan dua artikel yang telah saya rangkum, ada kesamaan yang saya rangkum dan setelah dibaca lanjut dan disimpulkan mereka melihat fakta atas dasar teori pun membuat saya yakin kalau tipe saya memang begitu adanya. Buat pembaca yang setipe dengan saya, saya berharap semoga penjelasan berikut juga membantu.

beberapa dari sekian banyak kelelahan kami sebagai ENFP :

1. Lingkungan sosial cenderung mengatakan bahwa kami adalah orang yang terlalu sering berpikiran jelek. 

Oke, memang semua hal butuh bukti. Tetapi beberapa hal hanya bisa dibuktikan oleh waktu. manusia intuisi menterjemahkan informasi dengan logika silogisme, beda dengan orang kebanyakan yang memakai data terlihat atau indera. Mampun melihat hal-hal ganjal dari seseorang atau sebuah kejadian.

2. Kami terlalu perasa dengan apa yang kalian rasa.

Kami manusia intuisi sensitif dengan apa yang kalian pikirkan. Ataaaauu.. bahkan dengan kalimat-kalimat yang kalian lontarkan dengan begitu indah tetapi dalamnya tidak seindah itu. Bagaimana kami bisa tahu? Akupun tidak bisa menjelaskannya, tapi yang jelas intuisi dengan asumsi adalah beda hal.

3. Kami punya kecemasan yang tidak bisa dijelaskan.

Manusia intuisi mempunyai kekuatan pada firasat. Seperti aura, bahasa tubuh, dan pertanda-pertanda lainnya. Tapi yang lebih bisa dijelaskan yaitu bagaimana bahasa tubuh itu sangat berarti bagi kami. Cara kalian tertawa, melirik, duduk, dan lain sebagainya mempunyai arti lain bagi kami.
Kami manusia intuisi, bisa melihat apa yang tidak bisa orang lain lihat. Karena hal itulah, kecemasan yang tidak beralasan ini sering muncul. Karena ketika kami mengetahui sesuatu, kami sulit membuktikannya pada siapapun.

4. Kami, ENFP, mempunyai kekuatan khusus untuk menghibur diri kami sendiri dengan tertawa. 

Senjata terbaik dari kami untuk menghilangkan rasa bosan atau berada di dalam tekanan adalah dengan tertawa. Biasanya, kami akan melakukan hal-hal konyol seorang diri, lalu menertawakan diri kami sendiri. Mungkin orang akan aneh, atau bahkan melabeli kami “species yang terlalu mencari perhatian”. Tapi percayalah, itu kami hanya sedang bosan dan butuh hiburan.
Mungkin bisa saja kalian berpikir bahwa “Yasudah, kalau bosan lakukan hal-hal yang dapat menghibur”. Tapi bagi kami lain, diri kami sendirilah yang dapat menghibur diri kami sendiri. Maka dari itu kami sebagai ekstrovert membutuhkan waktu sendirian untuk cooling down dan mengatasi mood kami sendiri. Tetapi tetap, karena kami ekstrovert, kami tidak bisa lama-lama sendirian dalam jangka waktu yang terlalu panjang.

5. Kamipun ingin manja. ((terlebih lagi ENFP wanita)

Terlalu banyak yang salah paham dengan topeng kami. Kalian melihat kami manusia yang periang dan terlihat tidak mempunyai masalah apa-apa. Itu benar, karena memang kami dapat mentertawakan diri sendiri, itu yang berarti : saat tersedihpun kami bisa tetap tertawa tanpa perlu penghiburan khusus. Tapi jauh di hati kami yang terdalam, kami ingin dimanjakan. Butuh orang-orang yang peka untuk membantu kami tanpa kami perlu mengatakannya.
Kami yakin kami adalah manusia yang kuat untuk menghadapi masalah dengan tahan banting. Tetapi, kami sebagai EF (Ekstrovert-Feeling) membutuhkan hubungan yang berarti. Bersahabatlah dengan kami dengan tulus, dan memberikan pertolongan yang siap siaga. Karena tidak ada seorangpun yang dapat sukses sendirian.

6. Kami sering dibilang penggoda

Maaf kalau memang perkataan kami membuatmu salah paham akan perasaan kami. Tetapi setiap pujian-pujian yang kami katakan adalah memang tulus adanya. Dari hati kami, sesuai dengan apa yang kami lihat, dan tentunya kami mudah mengetahui apa yang menjadi kekuatan oranglain. Sebagai FP (Feeling-Percieving), kami mempunyai kesamaan dengan kalian yang FP juga, senang mendukung lingkungan dengan kata-kata penguatan.

Diperkuat oleh penjelasan dari http://itisimean.blogspot.co.id/2016/01/lelahnya-jadi-enfp-intuition-people.html

dan buat teman-teman dan orang-orang terdekat kami, semoga bisa dimaklumi heheh

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s