#Bc32 Surat Terbuka: Terima kasih, Inspirasiku

Aku fikir ini sudah sangat terlambat mengatakannya. Tetapi ketika hatiku berkata berulang kali, merasa berterima kasih adalah tanda bahwa manusia menghargai perjalanan hidupnya. Perjalanan hidup; tentang waktu dan kamu.

Tulisan apresiasi sekaligus bagian dari topik bloggers’ challenges minggu lalu ini berasal dari saya sendiri. Behind the story, topik ini tercetus setelah saya menemukan buku harian saya sewaktu sd hingga SMA. Ya, sejak sd saya menggemari menulis buku harian. Beragam cerita telah banyak saya tuliskan. Bahkan hingga SMA saya masih gemar menulis di buku harian sekalipun saat itu sudah ada komputer. Dari tulisan-tulisan saya terdahulu, saya sering mencantumkan nama orang-orang yang menjadi bagian penting dalam hidup saya. Uhuk. Alhamdulilah waktu segera bergulir. Secara perlahan dan tanpa disadari waktu telah membawa pada diri saya seperti sekarang. Menjadi sosok yang mungkin dikenal baik atau dikenal buruk. Dalam bagian tulisan saya kali ini, saya curahkan dalam lihainya malam menyapa, “Halo… kamu bagian inspirasi hidupku.”

Kutuliskan rangkaian kata ini dengan niat yang tak berakhir untuk selalu menuliskannya. Kubiarkan jemariku terbuka, arah pandanganku nyata, terarah pada sebuah surat terbuka.

Surat terbuka

Medan, 19 Februari ‘017

Pertemuan itu benar-benar membuatku selalu rindu. Entah apa yang terbersit dalam benakku, namamu sekarang ada di tulisanku. Katanya, terjangkit nafsu pada tulisan kalbu itu tidak mudah tetapi melalui “siapa”, aku berhasil menemukan tulisan kalbuku. Kata orang ini naif tapi percayalah ini sebuah karya fiktif yang enggan kau ingkari. Kamu, anda, engkau, dikau, kalian….telah terjangkit pada apa yang kusebut inspirasi.

#Terima Kasih Allah

Aku tak tahu entah kapan aku bertemu denganMu. Aku tak tahu apakah aku bisa bertemu. Aku tak tahu entah kapan terakhir kali aku menyebut namaMu. Aku tak tahu seberapa besar kuasaMu. Engkau membawaku pada beragam peristiwa, memberikan kesempatan di setiap keadaan hingga mencoba berkomunikasi melalui ujian. Aku tak tahu sudah seberapa banyak bahagia. Aku tak tahu sudah seberapa banyak merasakan lara. Aku tak tahu sudah seberapa banyak berusaha hingga aku pun tak tahu sudah seberapa banyak aku berkata, “Alhamdulilah.” Katanya setiap insan tak dapat benar-benar memahami seperti apa hubungannya yang benar-benar baik kepada Tuhannya tapi opini tetaplah opini. Aku benar-benar terhasut untuk mendekatiMu setiap saat. Dari awal masa menolak keras berdiskusi tentangMu, dari awal hanya memikirkan dunia hingga akhirnya mulai jatuh cinta pada akhirat hingga menjalani apa yang disebut kehidupan. Allah, entah sampai kapan kesempatan emas ini Engkau berikan, inspirasi terdekat yang kurasakan berawal dari Engkau.

#Terima Kasih Mamak&Bapak

Hal terindah dan terpahit dalam hidup telah terasa hingga sekarang. Dari kecil mamak sering bilang, “Kalau mau jadi orang besar, besarkan dulu hati uwit. Ga akan jadi orang kalau kita sendiri tidak berjiwa besar.” Berjiwa besar adalah cara kita mendekatkan diri pada kesuksesan. Setiap melewati teman yang tidak kita sukai, kita tetap tersenyum. Setiap bertemu teman yang menjahili kita btetap menyapa. Itulah sebabnya saya sering sekali senyum-senyum sendiri dan suka berbicara padahal baru kenal dengan orang tersebut. Belajar disiplin dan tahu menempatkan diri bahwa kita diciptakan Allah untuk mengingatNya juga diajarkan mamak sejak kecil. Belajar huruf hijaiyah dengan gaya berbicaraku yang terbalik-balik tak mengehentikan usaha mamak untuk meluruskannya. Setiap malam sebelum tidur, selalu diajarkan berdoa terlebih dahulu, belajar ngaji dan belajar baca setiap waktu. Hingga aku jatuh cinta pada buku, hasrat tak terlukis menghinggapi jemariku untuk beradu pada masa lalu dengan buku. Awalnya Aku tak begitu fanatik dengan buku tapi dari seorang ibu, aku benar-benar tau bahwa buku sekarang telah menjadi temanku. Dulu, aku dihinggapi rasa bosan yang bertubi-tubi. Setiap kali disuruh mengeja, ada saja alasannya. Disuruh menghitung malah tidur. Disuruh menulis, ukiran gunung dan pemandangan yang tercipta. Dengan segala kekurangan seperti itu, mamak tak pernah lelah bilang, “Gapapa gapinter hitung tapi pinter bahasa bisa menutupi. Karena tanpa komunikasi, ilmu ga bisa berbicara hingga dikenal dunia.” Itulah sampai sekarang yang selalu saya ingat bahwa saya tak boleh terfokus pada kekurangan saya pada matematika tapi justru mengembangkan bahwa kelebihan berbahasa membuat saya bermakna. Kepada bapak, tak henti pula mengajrkan saya kalau dunia ini keras. Tapi sekeras-kerasnya kehidupan, akan ada sesuatu hal yang mampu melunakkan hingga tertaklukkan. Ibarat batu, bila diteteskan air akan berlubang juga. Begitupun dunia. Kamu tahu air yang dimaksud apa? kebaikan dan keberadaan iman. Sudah cukupkah sampai disitu? sayangnya tidak. Hingga menulis pun jadi pelabuhan.

#Terima Kasih Kak Ai & Kak Tikah

“Kapan kita pertama ketemu, kak?

Perbincangan apa kala itu?

Mengapa kita mengenal?

Mengapa kita dekat?”

Siang itu, aku masih ingat. Namaku adalah juniormu. Dengan polosku aku berkata, “Salam kenal ya kak.” Kita tak sedang bergurau saat itu tapi terlalu santai untuk sebuah awal perkenalan. Kemudian waktu pergi bersama angin. Bertemu kembali di suasana yang berbeda. Kala itu ceritanya menjadi beda. Entah kenapa justru lara yang hadir diantara kita. Aku tak ingat kapan terakhir aku dibuat sesegukan oleh orang lain tapi saat itu yang kurasakan merasakan kepiluan bersama orang yang sama ternyata cukup melegakan. Kata mereka kita seperti gundah gulana, padahal mereka tak tahu saja kalau kita terlambat bahagia. Kala itu ceritanya tidak terlalu usang. Hingga kuputuskan mengukir nama kakak dalam balutan tulisan tanpa nama. Lalu, siang hari yang penuh cerita, kita ketemu kak Tikah. Masih sama, dengan gayaku yang sungguh biasa mengucapkan, “Assalamualaikum kakak namanya siapa.” Lagi-lagi waktu tak banyak berkata untuk mendekatkan kita. Alhamdulilah ketika waktunya tiba, tak bisa kusembunyikan rasa bahagia tak terkira pada kak Tikah. Bisa dibilang awal mula tentang bahagia dalam mencinta yang sebenarnya berawal dari mereka. Belajar mencinta kalau wanita tak bisa berdusta; ketika hatinya bahagia hingga berduka. Semua itu sudah ada dalam cerita saya, kak tikah dan kak ai. Yang selalu tersematkan, “Ana uhibbuki fillah kak ukhty. Semoga Allah memberkahi langkah dan segala niat baik kita.” tulisanku mengakhiri.

#Terima Kasih Sahabat dari Masa ke Masa

Masa putih biru hingga sekarang

Dear my Ayu, Erika, Audi, Fitri, Keke..

hai, sudah berapa lama? tidak tidak. Aku tak perduli waktu menajamkan ingatanku. Yang kutahu kalian orang-orang baik.

hai, bagaimana keadaan? alhamdulilah aku senang kabar kalian baik selalu. Aku tak perduli seberapa banyak tempat yang telah kulalui, yang kutahu kalian menjadi tempat terbaik.

hai, lagi sibuk apa sekarang? alhamdulilah impian satu per satu jadi kenyataan perlahan. Semoga dan semoga selalu. Aku tak perduli seberapa banyak kegiatanku, yang kutahu aku tak bosan menanyakan itu ketika di obrolan grup.

hai, kita meet up yok. Kapan pulang? sukses terus ya disana. Kata-kata mujarab ketika diantara kita sudah ada yang saling merindu. Merindu tak memberi kabar atau hanya sekadar stalking lewat sosial media.

Pada akhirnya kalian telah menjadi bagian dari skenario hidupku sekarang.

Masa SMA dan kuliah yang tak terlupa

Ku masih menjelajahi sedalam apa pengalaman kita berbagi. karena hingga sekarang itu masih berlanjut.For wiwid, lili, novi, fitri, ada apa di SMA waktu itu? kita telah banyak mengukir cerita disana. Bila bertemu berbeda lagi kisahnya.

For hasanah, wawa, hera, putri, nisa, eli. Pertemuan manis hingga ukhuwah terjalin sampai saat ini. Melalak dan menjalang punya makna berbeda ketika kita berkumpul. Sebegitu liarnya arti makna menjalang bisa disederhanakan menjadi lelucon tak bertepi. Pertemuan kelas pertama yang begitu berkesan hingga sekarang masih terus diingat dalam ingatan hingga kalian bagian dari inspirasi skenario kehidupan.

#Terima Kasih Kepadamu; Seseorang di Masa Lalu

Bagai yang tak lekang oleh waktu, yang namanya masa lalu adalah senjata terbaik ketika ingin mengenali masa depan termasuk tulisan. Barangkali sudah banyak kutuliskan kisah kisah seseorang yang pernah ada maka itu tak heran ketika dihadapkan pada pena-pena tak bertepi, masa lalu selalu jadi sasaran empuk dalam merangkai kata. Sebahagia-bahagianya, sesedih-sedihnya, ketika ada seseorang itu, sempat hidup jd bermakna walau berkahir dengan cerita. Tanpa kusebutkan nama, aku kini mengapresiasimu lewat rangkaian kata-kata. Hanya ini yang dapat ku luahkan hanya ini yang tetap tertancap dalam ingatan.

Terima kasih kepada seluruh anggota bloggers’ challenges yang telah berbesar hati menerima tantangan saya kali ini. Kita punya nama, tentu kita punya cerita. Dibalik nama dan cerita, tersingkap hidup yang penuh warna.

Medan dan temaram dini hari

-perempuan angin-

Iklan

9 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s