#BC55 Cara Minum Yang Benar

Tulisan ini tercipta untuk memenuhi tantangan dari teman saya Robby dengan topik yang sama. Untuk topik kali ini, ada beberapa mitos dan fakta yang sebelumnya harus kita ketahui tentang minum.

Dilansir dari https://www.halebiz.com, berikut penjelasan tentang mitos dan fakta tentang minum:

1. Setiap orang perlu minum delapan gelas air sehari.

Mitos

Meskipun air adalah cairan paling tersedia dan murah untuk mencegah dehidrasi, rekomendasi dari Institute of Medicine menyatakan bahwa perempuan memerlukan sekitar dua liter atau delapan gelas cairan sehari dan laki-laki sekitar tiga liter atau 12 gelas cairan sehari.

Mengapa cairan? Karena memang yang dimaksud bukan hanya air melainkan dalam bentuk minuman apapun.

Anjuran 8 gelas sehari mungkin berasal dari recommended daily allowance (RDA) versi lama yang dicocokkan dengan kebutuhan kalori harian.

Kebutuhan cairan harian yang baru memiliki level lebih tinggi dan menghitung total konsumsi minuman, bukan hanya air.

2. Minum air mencuci racun keluar dari tubuh.

Fakta

Meskipun air tidak serta merta menetralkan racun, ginjal menggunakan air untuk menyingkirkan produk limbah tertentu.

Saat kurang minum air, ginjal tidak memiliki jumlah cairan yang dibutuhkan untuk melakukan tugasnya dengan baik.

Jika tubuh tidak mengasup cukup air, maka limbah metabolik tidak bisa dibuang secara efisien sebagaimana mestinya.

3. Air dalam kemasan menyebabkan kerusakan gigi.

Mitos

Air dalam botol atau kemasan tidak menyebabkan kerusakan gigi.

Meski demikian perlu diketahui bahwa air dalam kemasan biasanya tidak mengandung fluoride yang bisa membantu mencegah kerusakan gigi.

Fluoride merupakan elemen penting dalam mineralisasi tulang dan gigi.

Seiring peningkatan konsumsi air minum kemasan, yang tidak mengandung fluoride, akan berpotensi pada terjadinya peningkatan karies gigi.

4. Minum air membantu menjaga kelembaban kulit.

Mitos

Fakta menunjukkan jumlah air yang diminum mungkin memiliki sedikit pengaruh terhadap kelembaban kulit.

Kecuali seseorang mengalami dehidrasi parah, minum air dalam jumlah besar tidak akan mencegah kulit menjadi kering.

Pada dasarnya, tingkat kelembaban kulit ditentukan oleh banyak faktor seperti perawatan kulit yang dilakukan, lingkungan, jumlah kelenjar minyak, dan normal tidaknya kinerja kelenjar minyak.

Air yang dikonsumsi secara internal tidak akan mencapai epidermis atau lapisan atas kulit.

5. Minum air putih membantu menurunkan berat badan.

Fakta

Minum air tidak akan secara langsung memicu penurunan berat badan, tetapi dapat membantu prosesnya.

Air menggantikan minuman sarat kalori lainnya sehingga mengurangi jumlah keseluruhan kalori yang diasup.

Plus, air membuat perut terasa lebih kenyang, sehingga Anda makan lebih sedikit.

Air, terutama air dingin, bahkan mungkin memainkan peran dalam meningkatkan metabolisme tubuh.

Sebuah studi baru tampaknya menunjukkan minum air putih mempercepat penurunan berat badan.

Para peneliti di Jerman menemukan bahwa subyek penelitian mengalami peningkatan metabolism [tingkat kalori yang dibakar] hingga 30 persen setelah minum sekitar setengah liter air.

6. Urine berwarna kuning adalah tanda dehidrasi.

Mitos

Mungkin benar untuk beberapa kasus, tetapi tidak semua urine berwarna kuning patut diwaspadai.

Dehidrasi terjadi ketika urine berwarna kuning gelap atau kecoklatan.

Ginjal menyaring produk limbah dan menyerap kembali air dan zat-zat lain yang berguna dari darah, sehingga mempu mengontrol volume dan konsentrasi urin.

Dehidrasi menyebabkan konsentrasi urin meningkat sehingga mengubah urin berwarna kuning gelap.

Idealnya urine harus berwarna kuning terang. Faktor-faktor lain, seperti mengambil multivitamin, juga dapat menyebabkan urine berwarna kuning.

7. Jika haus, Anda berarti mengalami dehidrasi.

Mitos

Jika mulai merasa haus, Anda harus segera minum air. Namun, haus tidak berarti tubuh mengalami dehidrasi.

Tubuh mulai terasa haus ketika konsentrasi zat dalam darah mulai meningkat kurang dari 2 persen, sedangkan sebagian besar ahli akan menentukan dehidrasi ketika konsentrasi telah meningkat hingga 5 persen.

8. Anda perlu minuman olahraga untuk memiliki performa atletik tinggi.

Mitos

Minuman olahraga mungkin menggunakan iklan lebih menarik, tapi air adalah semua yang Anda butuhkan saat melakukan kegiatan olahraga apapun.

Cairan yang cukup, terutama air, adalah yang terpenting bagi atlet dari segala usia.

Air adalah yang diperlukan tubuh untuk mengangkut nutrisi dan energi serta menghilangkan panas selama aktivitas fisik.

Meskipun perlu diingat, orang yang melakukan maraton atau bersaing di olahraga yang sangat berat mungkin perlu menambah asupan air dengan minuman olahraga untuk mengimbangi kehilangan garam tubuh.

Namun untuk sebagian besar olahraga, air dianggap telah mencukupi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

9. Terdapat kemungkinan komplikasi seseorang minum air terlalu banyak.

Fakta

Orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu dapat menempatkan diri pada risiko komplikasi jika minum terlalu banyak air.

Orang-orang dengan kondisi jantung, tekanan darah tinggi, atau pembengkakan pada kaki bagian bawah [edema] perlu menghindari kelebihan air.

Orang yang memiliki sejarah masalah ginjal, terutama jika telah melakukan transplantasi ginjal, harus berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan asupan cairan.

Jangan pula minum terlalu banyak air saat makan karena akan melemahkan asam lambung dan menyebabkan masalah pencernaan.

10. Jangan menggunakan kembali botol air plastik.

Fakta

Botol air plastik tidak seharusnys diisi ulang dan digunakan berkali-kali.

Plastik pada botol bisa saja larut ke dalam air setelah digunakan beberapa kali.

Selain itu, jika tidak dibersihkan dengan benar, botol air bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dari mulut.

Nah, dari penjelasan diatas kita sudah mendapat gambaran mengenai fakta yang harus kita pahami ketika minum. Namun, ketika kita minum terdapat pula hal unik seputar cara minum itu sendiri. Baik itu minum air mineral maupun sejenis minuman jus, dan lain sebagainya. Berikut saya kumpulkan dari sebuah sumber mengenai fakta seputar tubuh kita ketika minum dan cara minum yang dianjurkan:

Di dalam tubuh manusia ada sebuah jaringan penyaring yang disebut juga dengan sfringer yaitu sebuah struktur maskuler yang dapat membuka dan menutup. Air yang kita minum seterusnya akan disalurkan ke dalam pos-pos penyaringan di dalam ginjal. Penyaring ini terbuka pada saat kita duduk dan secara otomatis tertutup pada saat berdiri. Ketika penyaring berada dalam posisi tertutup, maka air yang kita konsumsi sambil berdiri akan masuk hingga ke dalam kantong kemih tanpa adanya proses penjaringan. Akibatnya bisa terjadi pengendapan di dalam saluran ureter dan jika terus terjadi akan menyebabkan gangguan pada organ ginjal kita.

Reaksi Saraf

Manusia pada saat berdiri berada dalam keadaan yang tegang. Organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras agar mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya. Sehingga inilah yang membuat kita bisa berdiri stabil dengan sempurna. Sebaliknya, ketenangan dapat dirasakan saat kita duduk, yang di mana syaraf berada dalam kondisi yang tidak tegang sehingga posisi ini sangat baik untuk menerima makanan dan minuman yang akan dicerna.

Penyakit Lambung

Refleksi yang terjadi secara tiba-tiba dapat menyebabkan tidak berfungsinya saraf. Begitu pula makan dan minum dengan posisi berdiri yang dilakukan secara terus-menerus dapat membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Banyak dokter yang mengatakan bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk. Kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus dapat menyebabkan rasa sakit yang mengganggu fungsi pencernaan.

Dari penjeelasan tersebut, saya menyimpulkan bahwa kita dianjurkan untuk tidak berdiri ketika minum. Justru sebaliknya, kita dianjurkan untuk duduk ketika minum. Hal ini juga sudah dipaparkan fakta yang perlu kita pahami minum ketika duduk:

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan pernah sekali minum sambil disfungsi pencernaan.

Dr. brahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupkan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum. Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak. Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus –menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh spinchter.

Sumber: Qiblati edisi 04 tahun II. Judul: Larangan Minum sambil berdiri, Hal 16

 

Gimana dengan readers? sudahkah menerapkan kebiasaan minum dengan duduk? semoga ulasan diatas bisa bermanfaat buat readers semua dan jadipengingat buat saya untuk terus menerapkan kebiasaan tersebut. Tantangan ke-55 selesai! ^-^

Iklan

9 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s